Rabu, 01 Agustus 2012

Pada Sebuah Awal, Kita Usai



Ada bisu yang paling senyap mencipta jarak antara kita. Menghadirkan beku. Kau-aku tak lagi mampu menghalau dinginnya sunyi, meski dengan segala benang keriangan yang telah terpintal. Kabut telah terlalu tebal mengukir jeda pada jemari kita yang dulu saling bertaut. Kini, kita berada di persimpangan. Langkah kaki kita tak lagi ingin saling beriringan. Kedua lengan kita pun enggan bertukar peluk. 

Hutan kenangan milik kita pelan-pelan meranggas. Tak mampu bertahan di bawah terik pedih yang paling perih. Kita tak butuh hujan, sebab air mata telah menyuburkan luka pada batang-kenang yang pernah ditanam ingatan juga hati kita. Kau telah memelihara luka, aku merawat pilu. Luka karenaku, pilu karenamu. 

Jalan yang kita tempuhi baru sepenggalah, di depan masih berliku. Namun, kita memilih berpisah di sini. Pada sebuah simpang dua, kita mengeja selamat tinggal. Sebentar lagi punggung kita akan saling menatap, lalu berjauhan. Meninggalkan lengang yang panjang.
Ada bisu yang paling senyap kala tubuh kita bersisian, lalu telapak kaki kita berjalan menuju arah yang berbeda. Kita telah memilih akhir untuk  memulai aku-kamu.



Gambar dari sini

4 komentar:

  1. Kunjungan pertama di blog ini, tolong dilike ya, artikel yg menarik semoga makin rame pagenya :)

    Btw temen2, mungkin temen2 disini ada yg dah pernah nyobain game online MMORPG PUTRA LANGIT ??, jadi gini aku baru-baru ini main game gokil keren ini neh - PUTRA LANGIT ONLINE - dah nyobain wa waktu itu pas masa alpha test gameplay-nya addicted banget loh banyak fitur menarik, klo mo tau lebih lanjut masuk aja fanspagenya di -> http://www.facebook.com/putralangit.online, dan MICROSITE-nya => http://putralangit.capple.net/microsite/ , game ini diangkat dari komik terkenal TONY WONG "LEGENDA PUTRA LANGIT" yang terkenal itu loh, cekidot aja biar lebih jelasnya di link2 yg ane kasih klo suka jangan lupa di like yo

    BalasHapus
    Balasan
    1. haddueh,napa harus usai...???hickz
      **kangennn,mwah tlepoks

      Hapus
  2. waah..sedih bangetmembayangkan perpisahan kayak gini :'(

    BalasHapus