Sabtu, 11 September 2010

Hujan Hitam Putih




Hujan

Membasuh segala

Menghapus dahaga

Menyamarkan air mata

Menyucikan

Berkah

Hitam putih

tanpa warna warni

sederhana

Hujan hitam putih

berkah sederhana

Senin, 06 September 2010

Bunda


Bunda...
Janganlah pernah melukis sedih
di dua danau bening wajahmu
juga pada rona merah jambu pipimu
tak usah pula kau risau jika langkahmu tertatih
atau pundakmu lelah
dan keningmu penuh dengan peluh


Bunda...
meski kau terbang dengan sebelah sayap
berpayah membopongku hingga tiba pada tujuan
namun yakinlah ada banyak sayap malaikat mengelilingimu
dan kutahu kau percaya bahwa janjiNya pasti


Surga ada di bawah telapak kakimu...

Rabu, 25 Agustus 2010

Belum Pulang

hingga kita diskusi pada kata
padahal malam melarut kian ke dalam
sedang kata tetap dipori-porinya
membagi arti di setiap bunyi
kita berbunyi dan kerana itu kita bersuara
gelap saja bersuara
sepi pun memainkan nadanya sendiri
meski senyap
meski hitam
Kata entah kapan?
merantai diri dalam kalimat
tapi yg kumengerti bila diam juga kata...


ingatlah hujan kala merintik
rasakan angin yang mengelus
dedaun kala mendesah
ombak yang mengetuk
hentakan terompah pada tanah
dia bunyi yg berbagi untuk kita kata
tapi bukan makna,memaksa makna
hanya bunyi
kita lalu berpuisi, bernyayi, dan diskusi
menangkap tanpa inspirasi tak penting
denyaran juga mencipta kata
dan... apa lagi?


P.S :
Dari sebuah catatan yang direlakan, usai berdiskusi tentang kata...

Kaki Waktu

Kelak,
Waktu akan merampasmu pula
Membentangkan jeda tak berkesudahan
Antara kau dan aku


Lalu kita akan berlari berjauhan
Urung bertemu
Yang tesisa hanya lengang yang panjang

Saat Kau Beranjak

Senja telah susut saat kau beranjak
Meninggalkan tetanda
Yang kau ukir di ujungujung ingatan


Hujan telah berlari
Serupa langkahlangkah lebarmu
Meninggalkan genangan
Yang kau ikat bersama layanglayang


Saat kau beranjak
Ada yang tertinggal di rongga dada
Serupa asap, putih, halus
Lalu menguap di langit belangbelang