hingga kita diskusi pada kata
padahal malam melarut kian ke dalam
sedang kata tetap dipori-porinya
membagi arti di setiap bunyi
kita berbunyi dan kerana itu kita bersuara
gelap saja bersuara
sepi pun memainkan nadanya sendiri
meski senyap
meski hitam
Kata entah kapan?
merantai diri dalam kalimat
tapi yg kumengerti bila diam juga kata...
ingatlah hujan kala merintik
rasakan angin yang mengelus
dedaun kala mendesah
ombak yang mengetuk
hentakan terompah pada tanah
dia bunyi yg berbagi untuk kita kata
tapi bukan makna,memaksa makna
hanya bunyi
kita lalu berpuisi, bernyayi, dan diskusi
menangkap tanpa inspirasi tak penting
denyaran juga mencipta kata
dan... apa lagi?
P.S :
Dari sebuah catatan yang direlakan, usai berdiskusi tentang kata...
Rabu, 25 Agustus 2010
Kaki Waktu
Kelak,
Waktu akan merampasmu pula
Membentangkan jeda tak berkesudahan
Antara kau dan aku
Lalu kita akan berlari berjauhan
Urung bertemu
Yang tesisa hanya lengang yang panjang
Waktu akan merampasmu pula
Membentangkan jeda tak berkesudahan
Antara kau dan aku
Lalu kita akan berlari berjauhan
Urung bertemu
Yang tesisa hanya lengang yang panjang
Saat Kau Beranjak
Senja telah susut saat kau beranjak
Meninggalkan tetanda
Yang kau ukir di ujungujung ingatan
Hujan telah berlari
Serupa langkahlangkah lebarmu
Meninggalkan genangan
Yang kau ikat bersama layanglayang
Saat kau beranjak
Ada yang tertinggal di rongga dada
Serupa asap, putih, halus
Lalu menguap di langit belangbelang
Meninggalkan tetanda
Yang kau ukir di ujungujung ingatan
Hujan telah berlari
Serupa langkahlangkah lebarmu
Meninggalkan genangan
Yang kau ikat bersama layanglayang
Saat kau beranjak
Ada yang tertinggal di rongga dada
Serupa asap, putih, halus
Lalu menguap di langit belangbelang
Padamu Lelaki
Padamu lelaki
Jedalah kau menjelma kumbang
Hinggap ke berupa kembang
Sedang hati dilanda gamang
Mengumpulkan serpihan ingatan
: Padamu yang beranjak menghilang
Jedalah kau menjelma kumbang
Hinggap ke berupa kembang
Sedang hati dilanda gamang
Mengumpulkan serpihan ingatan
: Padamu yang beranjak menghilang
Bening dalam Hening
Aku ingin keluar dari penat ini
Menghentikan aluralur yang mengalir dari dua perigi di wajahku
Aku ingin berlari dari jerat yang telah lama mengikat kepak sayapku
Aku ingin semuanya hilang lalu membiarkanku dibuai hening
Tak jua kuperoleh ramai
Dari jiwajiwa semesta
Hujan sore tadi telah mengikis ingatanku
Tentang jalan yang dibentang dari ujung hati
Juga menghapus semua pertanda
Yang diurai kenangan
Bening dalam hening
Begitu yang kumimpi
Menghentikan aluralur yang mengalir dari dua perigi di wajahku
Aku ingin berlari dari jerat yang telah lama mengikat kepak sayapku
Aku ingin semuanya hilang lalu membiarkanku dibuai hening
Tak jua kuperoleh ramai
Dari jiwajiwa semesta
Hujan sore tadi telah mengikis ingatanku
Tentang jalan yang dibentang dari ujung hati
Juga menghapus semua pertanda
Yang diurai kenangan
Bening dalam hening
Begitu yang kumimpi
Langganan:
Postingan (Atom)